Di Desa Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, situasi banjir sangat memprihatinkan. Ratusan rumah di Perumahan Taman Cikande terendam air dengan ketinggian mencapai dua meter pada Selasa malam.
Banjir ini disebabkan dari meluapnya Sungai Cidurian, yang sudah menjadi masalah dari tahun ke tahun di kawasan tersebut. Rumah-rumah di daerah ini tidak hanya terendam, tetapi banyak warga juga terpaksa mengungsi.
Menurut laporan di lokasi, tinggi air bervariasi tergantung lokasi, dengan beberapa tempat mengalami genangan hingga dua meter. Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, mengingat banyak keluarga yang terjebak dalam situasi sulit ini.
Analisis Penyebab Banjir di Perumahan Taman Cikande
Melihat dari sejarah banjir yang sering melanda, banyak warga setempat menilai bahwa faktor utama adalah luapan Sungai Cidurian. Ketinggian air sungai yang terus meningkat menyebabkan tanggul yang ada tidak dapat menahan arus air yang masuk ke permukiman.
Lokasi perumahan yang dekat dengan aliran sungai jadi alasan mengapa banjir lebih parah di bagian belakang. Dalam beberapa minggu terakhir, hujan yang terjadi di hulu sungai memperburuk situasi, mengingat curah hujan tidak menentu dan intensitasnya meningkat.
Kondisi ini menyebabkan ratusan rumah terendam dan kebutuhan akan bantuan menjadi sangat penting bagi masyarakat. Warga harus mencari cara untuk beradaptasi dengan situasi ini, termasuk membangun perahu darurat dari bahan seadanya.
Dampak Sosial dan Ekonomi Akibat Banjir
Banjir di Taman Cikande tidak hanya berdampak pada harta benda, tetapi lebih jauh lagi juga mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi warga. Banyak yang terpaksa mengungsikan diri ke rumah sanak saudara, yang tentunya memberi beban tambahan bagi keluarga yang menampung.
Dalam situasi seperti ini, banyak warga juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan makanan dan perlengkapan dasar akibat sulitnya akses. Aktivitas sehari-hari menjadi terganggu, dan masyarakat menunggu keputusan dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini.
Koordinasi antara pemerintah dan warga setempat sangat diperlukan untuk mencari solusi jangka panjang guna menghadapi risiko banjir yang kembali terjadi setiap tahun. Penanganan yang tepat diperlukan agar masalah serupa tidak terus berulang dan menciptakan dampak yang lebih parah.
Kekurangan Bantuan dari Pemerintah yang Dirasakan Warga
Warga setempat mengeluhkan kurangnya respon dari pemerintah terkait bantuan selama masa banjir ini. Hingga saat ini, mereka belum menerima bantuan yang memadai, baik dalam bentuk logistik maupun alat evakuasi, seperti perahu karet.
Salah satu warga, Radiani, menekankan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah perahu dan makanan. Tanpa adanya bantuan dari pemerintah, mereka merasa terjebak dan kurangnya pilihan untuk mengatasi masalah ini.
Apabila situasi ini terus berlanjut, akan semakin banyak warga yang terdampak dan situasi bisa semakin memburuk. Keberadaan bantuan yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan agar masyarakat bisa bertahan selama masa sulit ini.
